Home Free Lab ReportsLATAR BELAKANG Minat merupakan kecenderungan subjek yang mantap untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu

LATAR BELAKANG Minat merupakan kecenderungan subjek yang mantap untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu

LATAR BELAKANG
Minat merupakan kecenderungan subjek yang mantap untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu (W.S. Winkel, 1996:105). Dengan demikian minat belajar merupakan kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman ( Hardjana, 1994). Minat merupakan salah satu faktor pokok untuk meraih kesuksesan dalam studi. Penelitian-penelitian di Amerika Serikat mengenai salah satu sebab utama dari kegagalan studi para pelajar menunjukkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan minat (Gie, 1998).

Kurangnya minat siswa terhadap matematika masih menjadi hal yang harus dipecahkan. Berbagai perspektif muncul mengapa matematika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang menjadi sorotan dengan rata-rata hasil belajar yang rendah. Matematika masih menjadi musuh besar bagi kebanyakan siswa, dalam penelitian yang dilakukan oleh Keke T.Aritonang, menyebutkan bahwa kebanyakan siswa beranggapan bahwa matematika menjadi salah satu pelajaran yang sulit untuk di pelajari. Oleh karena itu, sebagai guru mengubah pola pikir siswa tentang matematika merupakan cara yang paling dasar untuk meningkatkan minat siswa terhadap matematika.

Minat dapat ditumbuhkan atau dikembangkan dalam diri siswa. Sebagai mana yang di kemukakan oleh Singer (1991:93) Minat bukanlah merupakan sesuatu yang dimiliki oleh seseorang begitu saja, melainkan merupakan sesuatu yang dapat dikembangkan. menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Keke T. Aritonang faktor utama yang membuat peserta didik bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar merupakan cara guru mengajar ( strategi) karna guru terlibat langsung dalam proses belajar-mengajar. Strategi itu sendiri menurut Suherman dkk (2001:6) menyatakan bahwa dalam kaitannya dengan pembelajaran (matematika) adalah siasat atau kiat yang sengaja di rencanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuan yang berupa hasil belajar bisa tercapai secara optimal. Strategi pembelajaran yang dilakukan biasanya dibuat secara tertulis, mulai dari penelaahan kurikulum, membuat program pengajaran satu semester atau satu tahun, dan menyusun rencana pembelajaran.
Penggunaan suatu metode pembelajaran yang baik jika tidak dilakukan dengan strategi yang benar maka metode pembelajaran yang digunakan tidak akan berhasil, sehingga tidak berhasilnya guru dalam menyampaikan materi yang menyebabkan tidak pahamnya siswa terhadap materi yang disampaikan, keberhasilan suatu pembelajaran juga dapat dipengaruhi oleh menariknya suatu proses pembelajaran sehingga menyebabkan meningkatnya motivasi belajar peserta didik tersebut, yang mana hal tersebut juga merupakan bagian strategi yang dilakukan oleh seorang pendidik.
Dengan demikian upaya yang dapat guru lakukan untuk meningkatkan minat siswa terhadap matematika adalah melakukan inovasi dalam hal menerapkan strategi pembelajaran matematika sehingga dapat menumbuhkan rasa senang peserta didik yang akan mengakibatkan tumbuhnya minat peserta didik dengan matematika.